Tatkala ada
sepasang sejoli melakukan pernikahan maka semua handai taulan akan senang
melihatnya. Banyak komentar terlontar mulai dari; pasangan serasi, ideal dan
seabrek puji-pujian terhadap pasangan yang baru
saja menikah.
Tetapi
ketika ada sepasang lain yang dianggap ‘nyleneh’ menikah, maka lontaran tanda
tanyapun (biasanya) bermunculan. Misal; bila di tengah masyarakat diketahui
bahwa si laki-laki begitu alim dan rajin ke masjid, sedangkan si wanita amat
sangat kontras dengan kebiasaan pengantin laki-lakinya, atau seballiknya. Maka
hal ini akan memunculkan tanda tanya besar ( ? ). Kenapa hal ini bisa terjadi?
Ternyata
tanda tanya besar itu sudah terjawab lebih dari empat belas abad silam. Tepatnya
terdapat dalam Qs. An Nur 26.
الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ
وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ أُولَئِكَ
مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
Wanita-wanita yang keji
adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat
wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk
laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang
baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh
mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).
Artinya bahwa wanita-wanita keji (yang suka memfitnah) itu akan berjodoh
dengan laki-laki yang keji (suka memfitnah) pula, begitu pula sebaliknya. Hal
serupa juga terjadi pada wanita-wanita yang baik juga akan berjodoh dengan
laki-laki yang baik pula.
Apalagi kalau menilik dari asbaabun nuzul (sebab-sebab turunnya ayat) maka akan
lebih lagi. Sebab ayat ini turun sebagai
jawaban atas tuduhan keji yang dialamatkan kepada ibunda ‘Aisyah radliyallahu ‘anha
dan Shafwan. Dalam tuduhan itu disebutkan bahwa ‘Aisyah telah berzina dengan
Shafwan. Padahal berita itu bohong!!! Sungguh keduanya benar-benar manusia yang
menjaga kesucian.
Oleh karenanya, kembalilah pada Al Qur’an. Gantilah cara pandang kita
dengan cara pandang Al Qur’an versi pemahaman salafus shalih niscaya tidak akan
pernah salah. Hingga tidak lagi menjadi manusia yang mudah kaget hanya karena
melihat cashingnya saja
Wallahu a’lam.
No comments:
Post a Comment