Sunday, September 7, 2014

YANG BAIK DENGAN YANGBAIK DAN YANG BURUK DENGAN YANG BURUK


Tatkala ada sepasang sejoli melakukan pernikahan maka semua handai taulan akan senang melihatnya. Banyak komentar terlontar mulai dari; pasangan serasi, ideal dan seabrek puji-pujian terhadap pasangan yang baru  saja menikah.

Tetapi ketika ada sepasang lain yang dianggap ‘nyleneh’ menikah, maka lontaran tanda tanyapun (biasanya) bermunculan. Misal; bila di tengah masyarakat diketahui bahwa si laki-laki begitu alim dan rajin ke masjid, sedangkan si wanita amat sangat kontras dengan kebiasaan pengantin laki-lakinya, atau seballiknya. Maka hal ini akan memunculkan tanda tanya besar ( ? ). Kenapa hal ini bisa terjadi?

Ternyata tanda tanya besar itu sudah terjawab lebih dari empat belas abad silam. Tepatnya terdapat dalam Qs. An Nur 26.

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ أُولَئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).

Artinya bahwa wanita-wanita keji (yang suka memfitnah) itu akan berjodoh dengan laki-laki yang keji (suka memfitnah) pula, begitu pula sebaliknya. Hal serupa juga terjadi pada wanita-wanita yang baik juga akan berjodoh dengan laki-laki yang baik pula.

Apalagi kalau menilik dari asbaabun nuzul (sebab-sebab turunnya ayat) maka akan lebih lagi.  Sebab ayat ini turun sebagai jawaban atas tuduhan keji yang dialamatkan kepada ibunda ‘Aisyah radliyallahu ‘anha dan Shafwan. Dalam tuduhan itu disebutkan bahwa ‘Aisyah telah berzina dengan Shafwan. Padahal berita itu bohong!!! Sungguh keduanya benar-benar manusia yang menjaga kesucian.

Oleh karenanya, kembalilah pada Al Qur’an. Gantilah cara pandang kita dengan cara pandang Al Qur’an versi pemahaman salafus shalih niscaya tidak akan pernah salah. Hingga tidak lagi menjadi manusia yang mudah kaget hanya karena melihat cashingnya saja
Wallahu a’lam.

No comments:

Post a Comment