Thursday, September 11, 2014

SISTEM PENDIDIKAN RASUL PADA PARA SAHABATNYA


Kalau mengetahui begitu hebatnya sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam tentu kita menyadari benar bahwa campur tangan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam amat sangat dominan. Dan campur tangan beliaulah akhirnya para sahabat mendapat label khoiru ummah langsung dari Allah melalui firman-Nya;
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللّهِ
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِكُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِكُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهكُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِكُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِكُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah .... Qs. Ali Imran 110.
Pada ayat lain Allah ibaratkan pohon yang akarnya kuat menghunjam ke bumi dan dahannya menjulang tinggi ke langit, firman-Nya dalam Qs Ibrahim 24-25;
...أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاء - تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا ....
... akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya.
Lalu apa resep Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dalam membina dan mendidik para sahabatnya?

Syaikh Abdullah Azzam rahimahullah merangkum resep sukses membina dan pendidik umat sebagaimana yang Rasulullah terapkan pada para sahabatnya, di antaranya adalah:
1.      Hanya manhaj robbani saja.
Allah Ta’ala berfirman:
لَقَدْ مَنَّ اللّهُ عَلَى الْمُؤمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولاً مِّنْ أَنفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُواْ مِن قَبْلُ لَفِي ضَلالٍ مُّبِينٍ -١٦٤-
Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata. Qs. Ali Imran 164.
Yang dimaksud dengan AL Kitab pada ayat di atas adalah Al Qur’an sedangkan Al Hikmah adalah As Sunnah. Jadi metode Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dalam mendidik hanya merujuk pada Al Qur’an dan As Sunnah saja, tidak ada yag lain.
Lebih jelas bisa diperhatikan hadits di bawah ini:
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam (pernah) marah tatkala melihat Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu membawa selembar (shahifah) Taurat. Sabda Rasulullah: “Sungguh demi Allah, seandainya Musa hidup ditengah-tengah kalian, (maka) tidak halal baginya kecuali harus mengikuti (metode)ku”. Diriwayatkan imam Ahmad.
Jadi tidak ada kemaslahatan metode dakwah (pendidikan dan pembinaan) kecuali hanya mengikuti metodenya Rasulullahu shalallahu ‘alaihi wa salam. Wallahu a’lam.
Bersambung insyaAllah.

No comments:

Post a Comment