Kalau mengetahui begitu hebatnya sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi
wa salam tentu kita menyadari benar bahwa campur tangan Rasulullah shalallahu ‘alaihi
wa salam amat sangat dominan. Dan campur tangan beliaulah akhirnya para sahabat
mendapat label khoiru ummah langsung dari Allah melalui firman-Nya;
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ
بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللّهِ
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ
تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ
بِاللَّهِكُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ
بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِكُنْتُمْ
خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ
عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهكُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ
لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ
بِاللَّهِكُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ
بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِكُنْتُمْ
خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ
عَنِ الْمُنْكَرِ Kamu
adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang
makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah .... Qs. Ali Imran 110.
Pada ayat lain Allah ibaratkan pohon yang akarnya kuat menghunjam
ke bumi dan dahannya menjulang tinggi ke langit, firman-Nya dalam Qs Ibrahim
24-25;
...أَصْلُهَا
ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاء - تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا
....
... akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan
buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya.
Lalu
apa resep Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dalam membina dan mendidik
para sahabatnya?
Syaikh
Abdullah Azzam rahimahullah merangkum resep sukses membina dan pendidik umat
sebagaimana yang Rasulullah terapkan pada para sahabatnya, di antaranya adalah:
1.
Hanya
manhaj robbani saja.
Allah
Ta’ala berfirman:
لَقَدْ مَنَّ اللّهُ عَلَى الْمُؤمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولاً
مِّنْ أَنفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ
وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُواْ مِن قَبْلُ لَفِي ضَلالٍ مُّبِينٍ -١٦٤-
Sungguh
Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah
mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang
membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan
mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum
(kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata. Qs.
Ali Imran 164.
Yang
dimaksud dengan AL Kitab pada ayat di atas adalah Al Qur’an sedangkan Al Hikmah
adalah As Sunnah. Jadi metode Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dalam
mendidik hanya merujuk pada Al Qur’an dan As Sunnah saja, tidak ada yag lain.
Lebih
jelas bisa diperhatikan hadits di bawah ini:
Rasulullah
shalallahu ‘alaihi wa salam (pernah) marah tatkala melihat Umar bin Khaththab
radliyallahu ‘anhu membawa selembar (shahifah) Taurat. Sabda Rasulullah: “Sungguh
demi Allah, seandainya Musa hidup ditengah-tengah kalian, (maka) tidak halal
baginya kecuali harus mengikuti (metode)ku”. Diriwayatkan imam Ahmad.
Jadi
tidak ada kemaslahatan metode dakwah (pendidikan dan pembinaan) kecuali hanya
mengikuti metodenya Rasulullahu shalallahu ‘alaihi wa salam. Wallahu a’lam.
Bersambung
insyaAllah.
No comments:
Post a Comment