Wednesday, September 24, 2014

Lanjutan ... 7. RASULULLAH SHALALLAHU ‘ALAIHI WA SALAM SELALU MENGHIASAI SETIAP PRIBADI MUSLIM DENGAN HIASAN TAKWA


Sungguh betisnya Abdullah bin Mas’ud disisi Allah Ta’ala jauh lebih berat daripada gunung Uhud. Hal itu karena ilmunya Abdullah bin Mas’ud radliyallahu ‘anhu lebih tinggi dibandingkan ilmunya sebagian para sahabat. Bahkan beliau termasuk salah seorang ulamanya sahabat.
Firman Allah Ta’ala;
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا
Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. Qs Al Kahfi 28.
Ayat ini turun berkaiatan dengan enggannya para tokoh Quraisy yang akan disamdingkan dalam satu majlis dengan para mantan budak –pada zaman Jahiliyah-; yaitu Bilal bin Rabbah, Amar bin Yasir, Shuhaib dan Salman Al Farisi.
Diriwayat lain disebutkan bahwa suatu saat Bilal dan Shuhaib berjalan melewati Abu Sufyan. Lalu Bilal –sambil memegang pedangnya- bergumam, “Demi Allah, tidak ada musuh Allah yang bisa selamat bila pedang ini diayunkan”.
Mendengar gumaman Bilal ini Abu Sufyan marah dan melaporkannya pada Abu Bakar Ash Shiddiq. Kemudian Abu Bakar bertanya pada Bilal dan Shuhaib, “Benarkah kalian berkata seperti itu pada tokoh Makkah ini?”.
Maka merekapun melaporkan perihal Bilal cs dengan Abu Sufyan kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Maka Rasulpun bertanya, “Wahai Abu bakar, apakah kamu memarahi mereka (para mantan budak)? Apabila engkau memarahi mereka maka Allah pasti marah kepadamu”. Diriwayatkan Muslim dalam Shahihnya.
Sungguh derajat Bilal bin Rabbah dan kawan-kawan (para mantan budak di zaman Jahiliyah, pen) dulunya dihargai dengan sangat murah, namun setelah masuk Islam dan amal shalih mereka terus meningkat maka bila seorang Abu Bakar Ash Shiddiq sekalipun bila memarahinya (gara-gara membela pemuka Makkah) maka Allah akan marah terhadap Abu Bakar Ash Shiddiq ..... Itulah maqom Bilal yang telah menghiasi dirinya dengan takwa.
Pada zaman Umar bin Khaththab radlliyallahu ‘anhu menjadi khalifah, suatu saat baitul maal kelebihan rezeki. Maka Umar memutuskan untuk memberi kaum muslim satu potong kain satu orang. Tetapi Umar memberi Usamah bin Zaid jatah kainnya lebih banyak dibandingkan dengan Abdullah bin Umar, putranya sendiri.
Abdullah bin Umarpun betanya, “Wahai bapakku, kenapa Usmah lebih banyak mendapatkan jatahnya daripada saya (yang anaknya seorang kholifah, pen)?”.
Umar menjawab, “Ketahuilah bahwa bapaknya –Zaid bin Haritsah- lebih mencintai Rasulullah  daripada bapakmu. AnaknyaUsamah bin Zaid  juga lebih mencintai Rasulullah daripada dirimu”.
Inilah timbangan (takwa) yang selalu diwariskan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pada para sahabatnya.
Wallahu a’lam.

No comments:

Post a Comment