Tuesday, September 23, 2014

Lanjutan ... 6. MEMBERIKAN TUGAS SESUAI KEMAMPUANNYA TETAPI TIDAK MEMBERATKANNYA.


Inilah kebiasaan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dalam memberi tugas pada para  sahabatnya. Yaitu beliau memberi tugas dengan tetap melihat kadar kemampuan beliau. Karena beliau benar-benar sayang terhadap para sahabatnya. Sebagaimana firman-Nya:
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. Qs. At Taubah 128.
Maksudnya bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam (dalam memberi tugas-tugas) selalu memperhatikan sahabatnya (harapannya) agar tidak menderita dan susah.
وَاعْلَمُوا أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ اللَّهِ لَوْ يُطِيعُكُمْ فِي كَثِيرٍ مِنَ الأمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الإيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ
Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalangan kamu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti (kemauan) kamu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu akan mendapat kesusahan tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu... Qs. Al Hujurat 7.
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ
Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh. Qs. Al A’raf 199.
Maksudnya adalah bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam tetap memberi tugas-tugas pada para sahabat tetapi beliau faham betul bahwa seseorang yang diberi tugas itu pasti akan mampu melaksanakannya. Walaupun sekilas mungkin dikiranya tidak akan sanggup dilaksanakan. Tetapi ya itulah beliau. Sebab Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam benar-benar faham dari orang perorang setiap sahabat beliau.
Lihat saja saat perang Khandaq. Ketika muslimin dikepung pasukan sekutu, beliau mengumpulkan para sahabat. Dalam perkumpulan itu terdapat para sahabat senior diantaranya ada Abu Bakar Ash Shiddiq dan Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhuma. Beliau bersabda pada mereka, “Barangsiapa yang berani mendatangi kamp musuh lalu mengamatinya kemudian datang kembali lagi kemari (dengan membawa ‘seonggok’ informasi dari musuh, pen) maka dia akan mendapatkan surga”.
Hal itu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam ulangi sampai tiga kali. Tetapi karena tidak ada juga yang berani berdiri sebagai tanda berani menerima tugas dari Rasul, maka Rasul pun menunjuk langsung, sabdanya, “Bangun kamu, wahai Hudzaifah”.
Hudzaifah bercerita, “Saat itu aku bangun dan melaksanakan tugas, ssedangkan saat itu saya memakai jaket bulu milik istriku dan aku berjalan menggigil karena dinginnya udara saat itu. Maka berjalanlah aku sedangkan perjalananku seperti berjalan di atas kamar mandi”.Diriwayatkan Muslim.
Jadi ternyata Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam benar-benar tidak pernah salah dalam memberi tugas pada sahabatnya. Karena beliau faham betul pribadi setiap orangnya. Sehingga selalu tepatlah tugas yang diembankan pada para s ahabatnya. Contoh lainnya adalah Saad ditunjuk sebagai komandan perang, Mus’ab bin Umair sebagai delegasi (duta islam), Bilal bin Rabbah sebagai mu’adzin dan lain sebagainya.
Wallahu a’lam.

No comments:

Post a Comment