Inilah
kebiasaan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dalam memberi tugas pada
para sahabatnya. Yaitu beliau memberi
tugas dengan tetap melihat kadar kemampuan beliau. Karena beliau benar-benar
sayang terhadap para sahabatnya. Sebagaimana firman-Nya:
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ
عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ
رَحِيمٌ
Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu
sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan
keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang
mukmin. Qs. At Taubah 128.
Maksudnya bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam (dalam
memberi tugas-tugas) selalu memperhatikan sahabatnya (harapannya) agar tidak
menderita dan susah.
وَاعْلَمُوا أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ اللَّهِ
لَوْ يُطِيعُكُمْ فِي كَثِيرٍ مِنَ الأمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ
إِلَيْكُمُ الإيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ
Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalangan kamu ada Rasulullah. Kalau
ia menuruti (kemauan) kamu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu akan
mendapat kesusahan tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan
menjadikan iman itu indah dalam hatimu... Qs. Al Hujurat 7.
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ
وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ
Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf,
serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh. Qs. Al A’raf 199.
Maksudnya adalah bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam
tetap memberi tugas-tugas pada para sahabat tetapi beliau faham betul bahwa
seseorang yang diberi tugas itu pasti akan mampu melaksanakannya. Walaupun
sekilas mungkin dikiranya tidak akan sanggup dilaksanakan. Tetapi ya itulah
beliau. Sebab Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam benar-benar faham dari
orang perorang setiap sahabat beliau.
Lihat saja saat perang Khandaq. Ketika muslimin dikepung pasukan
sekutu, beliau mengumpulkan para sahabat. Dalam perkumpulan itu terdapat para
sahabat senior diantaranya ada Abu Bakar Ash Shiddiq dan Umar bin Khaththab
radliyallahu ‘anhuma. Beliau bersabda pada mereka, “Barangsiapa yang berani
mendatangi kamp musuh lalu mengamatinya kemudian datang kembali lagi kemari (dengan
membawa ‘seonggok’ informasi dari musuh, pen) maka dia akan mendapatkan surga”.
Hal
itu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam ulangi sampai tiga kali. Tetapi
karena tidak ada juga yang berani berdiri sebagai tanda berani menerima tugas
dari Rasul, maka Rasul pun menunjuk langsung, sabdanya, “Bangun kamu, wahai
Hudzaifah”.
Hudzaifah
bercerita, “Saat itu aku bangun dan melaksanakan tugas, ssedangkan saat itu
saya memakai jaket bulu milik istriku dan aku berjalan menggigil karena dinginnya
udara saat itu. Maka berjalanlah aku sedangkan perjalananku seperti berjalan di
atas kamar mandi”.Diriwayatkan Muslim.
Jadi
ternyata Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam benar-benar tidak pernah salah
dalam memberi tugas pada sahabatnya. Karena beliau faham betul pribadi setiap
orangnya. Sehingga selalu tepatlah tugas yang diembankan pada para s ahabatnya.
Contoh lainnya adalah Saad ditunjuk sebagai komandan perang, Mus’ab bin Umair
sebagai delegasi (duta islam), Bilal bin Rabbah sebagai mu’adzin dan lain
sebagainya.
Wallahu
a’lam.
No comments:
Post a Comment