Friday, September 19, 2014

(lanjutan) 4. JELASNYA BENDERA YANG DIKIBARKAN HINGGA TIDAK MENIMBULKAN MULTI TAFSIR


Di masa kritis dialog antara Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan para tokoh musyrikin Quraisy, beliau shalallahu ‘alaihi wa salam didatangi utusan Quraisy untuk membuat win-win solution.
Yakni; setahun pertama musryrikin Quraisy mengikuti ajaran Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam (Islam). Kemudian setahun berikutnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan para sahabat gantian mengikuti ajaran mereka.
Sepintas hal itu berguna dalam dakwah. Yakni ketika setahun pertama musryrikin Quraisy mengikuti ajaran Islam, maka para sahabat menggencarkan dakwahnya agar sebelum selesai masa “perjanjian pengikuti”nya mereka sudah bertaubat dan masuk Islam. Sehingga setehun berikutnya perjanjian muslimin mengikuti ajaran musyrikin Quraisy itu akan batal dengan sendirinya.
Namun kenyataannya terbalik, Allah Ta’ala menurunkan surat Al Kafirun:
قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ -١- لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ -٢- وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ -٣- وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ -٤- وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ -٥- لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ -٦-
Katakanlah: "Hai orang-orang yang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku".
Di ayat lain Allah berfirman:
فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai (nya). Qs. Al Mukmin 14.
Ini penting! Sungguh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam mengumumkan tentang benderanya sejak awal dakwah. Sehingga tidak akan ada lagi keragu-raguan bagi para pengikutnya. Juga tidak ada kompromi atau ‘sekedar’ comot sana comot sini suatu ajaran yang kemudian diadopsikan ke dalam Islam. Sama sekali tidak!
Mungkin orang hari ini akan mengatakan bahwa Rasulullah kaku, tetapi itulah kenyataannya. Namun dari sikap ‘kakunya’ itu akhirnya mampu membuat para sahabat benar-benar mengetahui ke mana arah Islam ini akan dibawa.
Wallahu a’lam.

No comments:

Post a Comment