Monday, August 25, 2014
Saturday, August 23, 2014
MIMPI
MIMPI
Dari Abi
Sa’id Al Khudri radliyallahu ‘anhu bahwa beliau mendengar Rasulullah shalallahu
‘alaihi wa salam bersabda: “Apabila seseorang diantara kalian ada mimpi
menyenangkan maka sesungguhnya ia (mimpinya itu) dari Allah, maka hendaklah dia
mengucapkan hamdalah (alhamdulillah) atas mimpinya tersebut berceritalah pada
orang (esok harinya). Tetapi apabila bermimpi buruk maka sesungguhnya ia dari
syaitan maka hendaklah dia beristi’adzah kepada Allah (membaca: a’udzubillahi
minasy syaithaanir rajiim) dari keburukan mimpinya itu dan janganlah
menceritakannya pada orang lain. Sebab ia tidak membawa madharat sama sekali”.
Diriwayatkan Bukhori dalam kitab Ru’ya, 2/1043, Tirmidzi 4/246 (Tuhfatul
Ahwadzi), dan Nasa’i dalam kitab Al Kubro dari jalan Ibnu Sanni no: 268.
Walallahu ‘alam.
Friday, August 22, 2014
DO'A
Di Kala Kaum
Muslimin Di belahan dunia yang lain tersakiti dan terdholimi, maka kita juga
yang mengaku beriman merasakan sakit yang serupa. Tak bisa tidur pulas.
Oleh karena
itu Untaian do'a di bawah ini semoga selalu kita panjatkan kepada Allah, di
waktu-waktu mustajab terkabulnya do'a...... yang harapannya semoga dengan
ikhtiar kita beban berat saudara-saudara kita yang saat ini terkena fitnah
dapat diringankan atau dihilangkan beban beratnya oleh Allah.
اَ
للّهُمَّ أَعِزِّ الْإِ سْلَا مْ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَ ذِّلِ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ
الدِّيْنِ وَأَهْلِكِ الزَ نَا دِقَةِ وَالْكَا فِرِ يْنَ. اَللّهُمَّ
أَصْلِحْ حَالَ الْمُسْلِمِيْنَ ، اَللّهُمَّ اَجْمِعْ كَلِمَتِنَا عَلىَ الحَقِّ
وَرَدَّنَا إِلَى دِيْنِكَ رَدًّ ا جَمِيْلًا
. اَللّهُمَّ
انْصُرِ المُجَا هِدِ يْنَ اَلَّذِ يْنَ يُجَا هِدُوْنَ فِي سَبِيْلِكَ وَلْإِ
عْلَا ءِ كَلِمَتِكَ ، اَللّهُمَّ ثَبِّتْ أَقْدَا مِنَا وَارْ بِطْ عَلَى قُلُوْ بِنَاوَقُوْ شَوْكَتِنَا وَأَنْزِلِ السَّكِيْنَةَ عَلَيْنَا وَانْصُرْ نَا
عَلىَ عَدُوِّكَ وَعَدُوِّنَا إِنَّكَ
عَلىَ كُلِّ شَىءٍ قَدِ يْرٌ .
"Ya
Allah, Muliakanlah Islam dan kaum Muslimin, dan hinakanlah syirik dan
orang-orang musyrik, dan hancurkanlah musuh-musuh Islam dan hancurkanlah pula
orang-orang zindiq dan orang-orang kafir. Ya Allah, perbaikilah keadaan kaum
muslimin , Ya Allah, kumpulkanlah kalimat kami diatas al-haq, dan tolonglah
kami pada Agama-Mu dengan dorongan yang baik. Ya Allah berilah pertolongan
kepada Mujahidin yang berjihad di Jalan-Mu dan menegakkan Kalimat-Mu. Ya Allah,
tetapkanlah langkah kami dan ikatlah hati-hati kami, dan jagalah ikatan-ikatan
kami, dan turunkanlah ketenangan atas kami. Dan berilah pertolongan kepada kami
atas musuh-musuh-Mu dan musuh kami, Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala
sesuatu "
Amin.
BEDA ABU JAHAL, BEDA ABU LAHAB
Ternyata
masih banyak kaum muslim yang bingung membedakan antara Abu Jahal dengan Abu
Lahab. Ada yang menganggap bahwa Abu Jahal ya sama saja dengan Abu Lahab.
Tetapi ada juga yang mengatakan bahwa Abu Jahal dan Abu Lahab memang beda
tetapi tidak mengetahui perbedaannya.
Jawabannya
adalah bahwa Abu Jahal dan Abu Lahab memang beda. Keduanya juga sama-sama hidup
di masa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Keduanya juga paman Rasulullah!
Matinya juga sama-sama dalam kekufuran. Hanya saja yang membedakan adalah akhir
hayatnya.
Abu
Jahal matinya di medan perang Badar. Dia dikeroyok dua pemuda belia muslim dari
Anshar, tapi Abdullah bin Mas’ud radliyallahu ‘anhu yang mengeksekusi akhir.
Setelah terbunuh lalu kepalanya dipenggal Abdullah bin Mas’ud radliyallahu
‘anhu –dengan maksud ingin diperlihatkan kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi
wa salam-.Namun sayang, tubuh Abdullah bin Mas’ud kecil sehingga tidak mampu
mengangkat kepala Abu Jahal. Akhirnya telinganya ditusuk pedang agar berlubang
lalu diikat tali. Maka Abu Jahal pun ditarik (diseret) penggalan kepala untuk
diperlihatkan Rasulullah.
Nah saat
dihadapan Rasulullah kepala Abu Jahal berlumuran debu! Na’udzubillah!
Adapun
Abu Lahab,tidak lama sejak Allah Ta’ala turunkan surat Al Lahab maka dia jatuh
sakit. Dan, na’udzubillah, seluruh badannya baunya luar biasa. Hingga dia
diasingkan dari komunitasnya. Dan itu berjalan cukup lama hingga ajalnya
menjemputnya dalam kondisinya yang sangat menghinakan.Hasbunallah wa ni’mal
wakiil.
Wallahu
a’lam.
BEDA ABU JAHAL, BEDA ABU LAHAB
Ternyata
masih banyak kaum muslim yang bingung membedakan antara Abu Jahal dengan Abu
Lahab. Ada yang menganggap bahwa Abu Jahal ya sama saja dengan Abu Lahab.
Tetapi ada juga yang mengatakan bahwa Abu Jahal dan Abu Lahab memang beda
tetapi tidak mengetahui perbedaannya.
Jawabannya
adalah bahwa Abu Jahal dan Abu Lahab memang beda. Keduanya juga sama-sama hidup
di masa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Keduanya juga paman Rasulullah!
Matinya juga sama-sama dalam kekufuran. Hanya saja yang membedakan adalah akhir
hayatnya.
Abu
Jahal matinya di medan perang Badar. Dia dikeroyok dua pemuda belia muslim dari
Anshar, tapi Abdullah bin Mas’ud radliyallahu ‘anhu yang mengeksekusi akhir.
Setelah terbunuh lalu kepalanya dipenggal Abdullah bin Mas’ud radliyallahu
‘anhu –dengan maksud ingin diperlihatkan kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi
wa salam-.Namun sayang, tubuh Abdullah bin Mas’ud kecil sehingga tidak mampu
mengangkat kepala Abu Jahal. Akhirnya telinganya ditusuk pedang agar berlubang
lalu diikat tali. Maka Abu Jahal pun ditarik (diseret) penggalan kepala untuk
diperlihatkan Rasulullah.
Nah saat
dihadapan Rasulullah kepala Abu Jahal berlumuran debu! Na’udzubillah!
Adapun
Abu Lahab,tidak lama sejak Allah Ta’ala turunkan surat Al Lahab maka dia jatuh
sakit. Dan, na’udzubillah, seluruh badannya baunya luar biasa. Hingga dia
diasingkan dari komunitasnya. Dan itu berjalan cukup lama hingga ajalnya
menjemputnya dalam kondisinya yang sangat menghinakan.Hasbunallah wa ni’mal
wakiil.
Wallahu
a’lam.
Thursday, August 21, 2014
Al Fatihah
| Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. | بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ | 1 |
| Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, | الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ | 2 |
| Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, | الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ | 3 |
| Yang menguasai hari pembalasan. | مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ | 4 |
| Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan | إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ | 5 |
| Tunjukilah kami jalan yang lurus, | اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ | 6 |
| (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. | صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ | 7 |
Surat Al Fatihah disebut juga sebagai surat ruqyah, sebagaimana hadits dari Abu Sa'id yang pernah menggunakan Al Fatihah sebagai ruqyah. Lalu Rasulullah besabda kepadanya: "Dari mana kamu tahu kalau surat (Al Fatihah) itu bisa untuk meruqyah?". Diriwayatkan Bukhori dalam kitab Fadhoilul Qur'an, 2/729 dan Muslim dalam kitab At Tibbu, 2/224.
Wednesday, August 20, 2014
JILBOB
Akhir-akhir muncul fenomena
istilah baru dalam kosakata bahasa Indonesia, JILBOB. Ya memang unik
kedengarannya. Sebab yang sering didengar telinga adalah jilbab bukan jilbob.
Jadi? Ya ... istilah jilbob setelah para jilbaber risih
dengan fenomena wanita yang menggunakan jilbab tetapi tidak sesuai standart
syariah namun justru “terkesan” merusak citra jilbab yang justru disyariatkan
Allah Ta’ala. Yaitu bentuk jilbab yang mini, dengan tambahan aksesoris di sana
sini plus (maaf) malah justru menonjolkan buah dadanya.
Padahal standartnya adalah
menutup kepala hingga ke dadanya tertutup. Kainnya pun harus tebal agar tidak
membayang anggota tubuhnya. Hingga tidak ada lagi celah syaitan untuk menggoda
manusia berbuat fakhsya’ (keji) dan munkar. Sebagaimana fiman Allah Ta’ala:
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ
لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ
ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا
رَحِيمًا.
Hai Nabi katakanlah kepada
istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin:
"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka".
Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka
tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang. Qs. Al
Ahzab 59.
Oleh karena itu pikirkanlah, mau
mencari ridlo Allah ataukah mencari modenya (jilbob)?
Subscribe to:
Posts (Atom)