Wednesday, August 20, 2014

JILBOB



Akhir-akhir muncul fenomena istilah baru dalam kosakata bahasa Indonesia, JILBOB. Ya memang unik kedengarannya. Sebab yang sering didengar telinga adalah jilbab bukan jilbob.
Jadi? Ya ...  istilah jilbob setelah para jilbaber risih dengan fenomena wanita yang menggunakan jilbab tetapi tidak sesuai standart syariah namun justru “terkesan” merusak citra jilbab yang justru disyariatkan Allah Ta’ala. Yaitu bentuk jilbab yang mini, dengan tambahan aksesoris di sana sini plus (maaf) malah justru menonjolkan buah dadanya.
Padahal standartnya adalah menutup kepala hingga ke dadanya tertutup. Kainnya pun harus tebal agar tidak membayang anggota tubuhnya. Hingga tidak ada lagi celah syaitan untuk menggoda manusia berbuat fakhsya’ (keji) dan munkar. Sebagaimana fiman Allah Ta’ala:
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا.
Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang. Qs. Al Ahzab 59.
Oleh karena itu pikirkanlah, mau mencari ridlo Allah ataukah mencari modenya (jilbob)?

No comments:

Post a Comment