Saat ini dunia pendidikan Indonesia sedang memulai meblaksanakan kuikulum 2013. Yah seperti biasa, antara guru, siswa dan wali murid dibuat bingung.
Sang guru bingung karena buku belajar mengajar belum ada (sebagian besar, maaf). Sementara para siswanya dibingungkan dengan jumlah jam belajar yang bertambah, sedangkan wali murid apalagi. Sebab buku-buku pelajaran tahun lalu sudah tidak dipakai lagi. Alasannya bahwa kurikulum jauh lebih bisa menjawab tantangan zaman. Yaitu meliputi aspek agama, budi pekerti dan ilmu pengetahuan.
Bukankah kurikulum tahun-tahun lalu juga seperti itu jawabannya? Padahal sudah berapa para siswi yang tidak virgin dan bahkan ada yang hamil saat mereka masih dalam masa sekolah?
belum lagi ditambah dengan kasus pelecehan seksual yang terjadi di sekitar sekolah (juga di luar sekolah) yang masih ditangani aparat kepolisian.
Kesemuanya itu (pasti) membutuh "keteladanan DI dan SEPUTAR sekolah. Bukan hanya "ganti baju" kurikulum.
No comments:
Post a Comment