Edisi
kemarin disebutkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sangat marah
tatkala melihat Umar bin Kaththab membawa shahifah Taurat. Padahal sudah
diketahui bersama bahwa Taurat adalah salah satu kitab Allah. Juga salah satu
kitab Allah yang harus diiamani muslimin. Lalu kenapa Rasulullah shalallahu ‘alaihi
wa salam marah?
Jawabannya
adalah bahwa Rasulullah hanya ingin fokus pembinaan dan pendidikannya hanya
padanya saja, tidak ada campuran lainnya. Apalagi dengan tambahan referensi
dari lainnya yang non samawi. Maka amburadullah agama ini dan tentu tidak akan
seperti hari ini kita mengenal para sahabat.
Yaitu
suatu generasi yang jiwanya di bumi namun namanya begitu terkenal oleh penduduk
langit. Suatu person yang dulunya tidak diperhitungkan namun dalam waktu
singkat mampu menguasai dan merubah dunia dengan prinsip-prinsip yang mereka
pegang (AlQur’an dan As Sunnah).
Hal
itu tentu berkaitan dengan prinsip kedua
pada pendidikan dan pembinaan Rasulullah.
2.
Konsep dakwahnya; menghindari ‘manfaat keduniaan’ dan (menhindari pula) ingin
segera meraih sukses.
Hal
ini sudah Allah abadikan dalam Qs. Asy Syu’ara’
وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِنْ
أَجْرِيَ إِلا عَلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ
Dan
sekali-kali aku tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain
hanyalah dari Tuhan semesta alam.
Ayat
di atas menceritakan bahwa seluruh para nabi dakwah benar-benar tidak
mengharapkan upah keduniaan dan ingin segera meraih sukses. Melainkan mereka
benar-benar menyampaikan risalah Islam sampai sedetail-detailnya kepada umat
dengan tanpa mengharapkan hasil dunia. Mereka hanya mengharapkan upah dari
Allah Ta’ala saja. Memang hanya nabi Nuh, Hud, Sholih dan Syu’aib saja yang
Allah abadikan dalam surat Asy Syu’ara itu, tetapi pada prinsipnya bahwa
seluruh nabi dan rasul juga sama.
Sungguh
Rasulullah sudah menancapkan prinsip ini pada diri para sahabatnya. Sehingga
ketika konsekwensi iman membutuhkan pembuktian, maka dengan serta merta
para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi
wa salam memperagakannya. Lihat saja contoh kisah berikut ini:
a.
Keluarga
Yasir.
Ketika
musyrikin mulai gerah dengan dakwah Islam yang dibawakan Rasulullah, maka
mereka langsung mengkap dan menyiksa para pengikutnya. Diantaranya adalah Yasir
beserta anak dan istrinya.
Di
saat penyiksaan mencapai puncak saat itulah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa
salam datang dan hanya bersabda: “Bersabarlah wahai keluarga Yasir. Sesungguhnya
kalian telah dijanjikan surga”.
b.
Infak
jelang perang Tabuk.
Ketika
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam mendapat info bahwa pasukan Romawi hendak
menginvasi Madinah maka Rasulullah mengambil inisiatif (lebih baik) menyerbu
mereka.
Namun
sayang, saat itu keuangan negara sedang krisis, lalu Rasulullah berpidato
dengan memberi semangat para sahabat tentang janji surga bagi orang yang mau
berinfak.
Kemudian
secara berbondong para sahabat berlomba-lomba menginfakkan hartanya di jalan
Allah.Dan di sana didapati Abu Bakar Ash Shiddiq menginfakkan seluruh hartanya
di jalan Allah.
No comments:
Post a Comment