Sunday, September 21, 2014

DIALOG RASULULLAH DENGAN SEORANG ALIM YAHUDI


Tsauban radliyallahu ‘anhu, pelayan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam meriwayatkan, “Aku pernah berdiri di samping Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, lalu datang salah seorang alim dari kaum Yahudi dan berkata, ‘Salam sejahtera untukmu, hai Muhammad’.  Maka aku mendorongnya dengan kuat hingga dia hampir terjerembab ke tanah. Lalu dia berkata, ‘Mengapa kau mendorongku?’.
Aku berkata, ‘Mengapa engkau tidak mengatakan, ‘Wahai Rasulullah?’. Lantas Yahudi itu berkata, ‘Kami kan hanya memanggilnya dengan nama yang diberi oleh keluarganya’. Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, ‘Sesungguhnya nama yang diberikan oleh keluargaku adalah adlah Muhammad’.
Lalu Yahudi itu berkata, ‘Aku datang untuk bertanya kepadamu’. Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam berkata kepadanya, ‘Apakah ada manfaatnya untukmu jika aku memberitahukannya kepadamu?’. Dia menjawab, ‘Aku akan mendengarkan dengan telingaku’.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam melemparkan sebatang kayu yang ada padanya dan bersabda, ‘Tanyakanlah’. Maka Yahudi itu berkata, ‘Di mana manusia itu pada hari ketika bumi diganti dengan bumi yang lain, begitu juga langit?’. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menjawab, ‘Mereka di dalam kegelapan sebelum (menuju) jembatan’.
Dia berkata, ‘Lantas siapa orang yang paling pertama melewatinya?’. Nabi menjawab, ‘Orang-orang fakir diantara kaum muhajirin’. Yahudi itu berkata, ‘Lantas apa yang dipersembahkan kepada mereka ketika mereka masuk surga?’.
Nabi menjawab, ‘Bagian hati ikan paus yang terbaik’. Dia berkata, ‘Lantas apa makanan mereka setelah itu?’. Nabi menjawab, ‘Untuk mereka disembelihkan sapi jantan surga yang dulunya selalu makan di tepi-tepi surga’. Dia berkata, ‘Lantas apa minuman mereka setelah itu?’. Nabi menjawab, ‘Dari sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil’. Dia berkata, ‘Engkau benar’.
Dia berkata lagi, ‘Aku juga datang  bertanya kepadamu tentang sesuatu yang tidak diketahui seorangpun diantara penduduk bumi kecuali nabi atau satu dua orang’. Nabi bersabda, ‘Bermanfaatkah untukmu jika aku memberitahukanmu?’.
Dia berkata, ‘Aku akan mendengar dengan telingaku’. Dia menambahkan lagi, ‘Aku datang bertanya kepadamu tentang anak’. Nabi bersabda, ‘Air (mani) laki-laki putih sedangkan air (mani) perempuan kuning. Maka apabila kedua air tersebut bertemu dan air laki-laki mengalahkan air perempuan, niscaya keduanya akan melahirkan anak laki-laki dengan izin Allah.
Apabila mani perempuan mengalahkan mani laki-laki, niscaya keduanya akan melahirkan anak perempuan, dengan izin Allah’. Yahudi itu berkata, ‘Sungguh engkau benar, dan engkau benar-benar seorang nabi’.
Kemudian dia beranjak pergi. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pun bbersabda, ‘Sesungguhnya orang itu telah bertanya kepadaku apa yang tadi dia tanyakan, sementara aku tidak memiliki pengetahuan tentang satupun yang ditanyakannya itu, hingga Allah mendatangkan (jawabannya) padaku’. HR. Muslim (315).
Wallahu a’lam.

No comments:

Post a Comment