Rasanya
tidak salah pepatah mengatakan, Tak Kenal Maka Tak Sayang. Sebab sangat sedikit
sekali hari ini orang tua, guru, ustadz dan bahkan televisi yang mengenalkan
para sahabat Rasul pada umat. Hingga tidak sedikit dari mereka yang tidak tahu
tentang siapa itu sahabat, bagaimana kiprahnya dalam Islam, kepribadiannya,
kesungguhannya dan lain sebagainya.
Abdullah
Azzam mengatakan, “Sahabat adalah; orang muslim yang hidupnya pernah bertemu
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan meninggalnya dalam kondisi muslim”.
Nilai
plus yang dimiliki sabahat adalah bahwa mereka semua mendapatkan ridlo Allah Ta’ala.
Dalam hal ini Allah Ta’ala dan Rasul-Nya sendiri memuji mereka. Sebagaimana
firman-Nya:
مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ
أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ
Muhammad
itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap
orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka ... Qs. Al Fath 29.
لَقَدْ تَابَ اللَّهُ عَلَى النَّبِيِّ
وَالْمُهَاجِرِينَ وَالأنْصَارِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ فِي سَاعَةِ الْعُسْرَةِ
Sesungguhnya Allah telah
menerima tobat Nabi, orang-orang muhajirin dan orang-orang Ansar, yang
mengikuti Nabi dalam masa kesulitan ....
Qs. At Taubah 117.
Al Qur’an telah menjadi saksi bagi 30.000 orang yang
hadir (ikut) dalam perang Tabuk. Mereka-lah orang-orang yang diterima
taubatnya.
لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ
إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ
Sesungguhnya Allah telah rida terhadap
orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon ... Qs. Al Fath 18.
Orang yang ikut dalam bai’at ridhwan sejumlah
1400 orang sahabat; secara jelas pada nash Al Qur’an di atas menunjukkan bahwa
mereka (para sahabat) telah diridloi Allah.
Apalagi bila melihat surat Al Taubah ayat 100;
وَالسَّابِقُونَ الأوَّلُونَ مِنَ
الْمُهَاجِرِينَ وَالأنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ
عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأنْهَارُ
خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Orang-orang
yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin
dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada
mereka dan mereka pun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka
surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya
selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.
Kalau sudah tahu maka alangkah baiknya bila kita mulai
mengenal sahabat dan mencintai mereka agar kelak kita bisa bersama mereka di
surga. Amin.
No comments:
Post a Comment