Yang
dimaksud dengan qaidah shalabah adalah generasi inti. Yaitu generasi yang setia
setiap saat untuk membantu, membela dan bahkan; siap habis-habisan!
Sebenarnya
bukan hanya Rasulullah saja yang berbuat seperti itu melainkan di setiap
gerakan apa saja selalu membutuh orang-orang seperti ini. Kalau tidak maka bila
kelompok ataupun gerakan tersebut mengalami krisis, niscaya akan segera
habislah kelompok tersebut. Sebab tidak ada seorangpun yang setia!
Begitu
juga dengan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, beliau juga membina
generasi qaidah salabah agar Islam ini tetap terjaga di saat-saat kritis dan
genting! Lalu Adakah manusia mampu menandingi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa
salam dalam hal membentuk qaidah salabah?
Coba
perhatikan contoh peristiwa berikut ini:
a.
Ketika
perang Uhud berkecamuk, tiba-tiba Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam
terjebak masuk perangkap sumur buatan musyrikin Quraisy. Saat itu seorang
musyrik Quraisy yang melihatnya langsung berteriak lantang, ‘Muhammad telah ku
bunuh!’. Padahal dia belum membunuh sama sekali, hanya teriakannya saja.
Akhirnya Rasulullahu langsung merebut lembing yang dipegang musuh dan langsung
dilemparkan kepada orang yang berteriak tadi. Yang justru dialah yang mati terbunuh
ditangan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.
Ternyata teriakan musuh Allah tadi sempat mengacaaukan mental pasukan
muslimin hingga tidak sedikit yang lari. Tetapi ada “pasukan SALABAH” berjumlah
13 orang yang akhirnya rela menjadi tameng Rasulullah agar beliau shalallahu ‘alaihi
wa salam bisa bangkit dari dalam sumur.
Ketiga belas orang ini bergandengan tangan membuat lingkaran dengan
dada masing-masing menghadap musuh. Sehingga musuh dengan mudah menyerang
mereka.
Konon disebutkan bahwa masing-masing dari mereka tertancap 50an
panah!
Begitu dada mereka penuh dengan panah, mereka membalikkan badan!
Subhaanallah!
b.
Abu
Bakar Ash Shiddiq yang memproklamirkan perang terhadap orang/kelompok yang
meninggalkan zakat.
Ketika khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq memproklamirkan ini segera
Umar bin Khaththab menghadapnya seraya berkata, ‘Bukankah mereka masih
melaksanakan sholat?’.
Mendengar itu Abu Bakar langsung menangkap jenggot Umar lalu
diseret menghadap muka Abu Bakar dengan mengatakan, ‘Bukankah Allah dalam Al
Qur’an tidak pernah memisahkan antara sholat dan zakat (kecuali surat Al
Kautsar, pent).?’.
Akhirnya Krisis meninggalkan zakat dan nabi palsupun teratasi di
masa pemerintahan Abu Bakar Ash Shiddiq radliyallahu ‘anhu.
Cuma
perkaranya mencetak kader qaidah shalabah itu tidak mudah. Yaitu:
a.
membutuhkan
waktu yang lama serta panjangnya pendidikan (tarbiyah).
b.
Pembinaan
ruhani yang selalu ada, kontinyu serta berkesinambungan. Diantaranya sholat
tahajjud menjadi rutinitas harian dalam waktu yang sangat lama.
Wallahu
a’lam.
No comments:
Post a Comment