Monday, September 29, 2014

SHIRAT


Abu Said Al Khudri radliyallahu ‘anhu meriwayatkan, “Kami bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah kita melihat Robb kita pada hari kiamat?’. Beliau bersabda, ‘Apakah kalian terhalang melihat matahari dan bulan ketika cuaca cerah?’. Kami menjawab, ‘Tidak’. Beliau pun bersabda, ‘Maka sesungguhnya kalian tidak akan terhalang melihat-Nya ketika itu, kecuali sebagaimana kailan terhalang melihat keduanya,’.
Beliau melanjutkan, ‘Ada penyeru yang menyerukan; Hendaklah setiap kaum menuju apa yang dahulu mereka sembah! Lalu orang-orang yang menyembah salib beranjak bersama salibnya, para penyembah berhala bersama berhala-berhalanya dan para penyembah dewa bersama dewa-dewanya’.
‘Hingga yang tinggal hanyalah orang-orang yang beribadah kepada Allah, baik orang yang taat, yang berbuat maksiat, maupun beberapa yang tertinggal di antara Ahli Kitab. Kemudian didatangkan Jahannam yang dihamparkan seperti fatamorgana.
Ditanyakan kepada orang-orang Yahudi, ‘Apa yang  dahulu kalian sembah?’. Mereka menjawab, ‘Kami dahulu menyembah Uzair, putra Allah’.
Lantas dikatakan (kepada mereka), ‘Kalian telah berdusta. Allah tidak memiliki istri ataupun anak. Lalu apa yang kaian inginkan?’. Mereka menjawab, ‘Kami ingin Engkau memberi kami minum,’. Maka dikatakan (kepada mereka), ‘Minumlah!’. Merekapun beerjatuhan ke dalam Jahannam.
Kemudian ditanyakan kepada orang-orang Nasrani, ‘Apa yang dahulu kalian sembah?’. Mereka menjawab, ‘Kami dahulu menyembah Al Masih, putra Allah’.
Lalu dikatakan (kepada mereka), ‘Kalian telah berdusta. Allah tidak memiliki istri ataupun anak. Lalu apa yang kalian inginkan?’. Mereka menjawab, ‘Kami ingin Engkau memberi kami minum,’. Maka diaktakan (kepada mereka), ‘ Minumlah,’. Merekapun berjatuhan ke dalam Jahannam.
Tinggallah orang-orang yang dahulunya menyembah Allah, baik yang taat maupun yang bermaksiat. Dikatakan kepada mereka, ‘Apa yang menghalangi kailan sedangkan orang-orang telah pergi?’. Mereka menjawab, ‘Kami telah terpisah  dengan mereka, sedangkan kami sangat membutuhkan-Nya hari ini. Sesungguhnya kami telah mendengar penyeru yang menyerukan. Hendaklah setiap kaum menemui apa yang dahulu mereka sembah. Sesungguhnya, kami sedang menunggu Robb kami’.
Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, ‘Lalu, Al Jabbar (Allah) mendatangi mereka dalam bentuk yang berbeda dengan bentuk yang mereka lihat pertama kali’. Dia berfirman, ‘Aku adalah Robbmu’. Mereka berkata, ‘Engkau Robb kami’. Sementara tidak ada yang dapat berbicara dengan-Nya kecuali para nabi.
Dia pun berfirman, ‘Apakah antara kalian dengan-Nya ada tanda yang kalian ketahui?’. Mereka menjawab, ‘’As Saaq (menghilangkan ketakutan, kengerian). ‘Dia pun menyingkapkan rasa takut dan ngeri. Setiap mukmin pun bersujud kepada-Nya’.
Tinggallah orsng yang dahulunya bersujud kepada Allah karena riya’ (agar dilihat orang) dan sum’ah (agar didengar orang lain), kemudian mereka (mereka yang riya’ dan sum’ah) beranjak untuk sujud, namun kemudian (tulang) punggung mereka menjadi rata (sehingga tidak bisa sujud).
Kemudian didatangkan jembatan lalu diletakkan diantara kedua sisi Jahannam’. Kami bertanya, ‘Wahai Rasulullah, jembatan apa itu?’. Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, ‘(Jalan) yang licin dan mudah menggelincirkan. Diantaranya terdapat besi-besi pengait yang besar, bergantungan dan berduri. Besi itu memiliki duri pengait yang berada di tempat yang tinggi yang bernama As Sa’daan’.
Orang mukmin akan melewatinya seperti kejapan mata, ada yang seperti kilat, ada yang seperti angin, seperti larinya kuda dan unta yang tercepat; yang berhasil lewat berarti dia telah selamat. Ada yang disambar sehingga bagian tubuhnya robek/terputus, namun dia selamat. Ada juga yang terkait lalu terhempas ke neraka, sehingga orang yang terakhir diantara mereka lewat dengan terseret-seret ...”
Hasbunallah wa ni’mal wakiil, ni’nal maulaa wan ni’man nashiir ...

No comments:

Post a Comment