Wednesday, September 10, 2014

LARANGAN MENCELA SAHABAT


Setelah mengetahui tentang sahabat maka rasanya kita belum ada apa-apanya. Sebab para sabahat sudah dijamin masuk surga; hal itu ditandai dengan banyaknya ayat-ayat yang menyatakan bahwa Allah ridlo terhadap mereka. Oleh karena itu sungguh tidak pantas bagi manusia generasi baru sekarang ini mencela mereka. Terlebih bila melisik hadits di bawah ini:
Diriwayatkan dari shahihaini dari Abi Sa’id Al Khudzri radliyallahu ‘anhu: Bahwa (pada suatu saat) antara Khalid bin Walid dan Abdurahman bin ‘Auf ada suatu perselisihan; lalu Khalid mencela Abdurahman. Maka Rasulullah bersabda: “Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian mencela sahabatku.Karena sesungguhnya apabila salah seorang di antara kalian berinfak emas sebesar gunung Uhud niscaya belum bisa menyamai kedudukan salah seorang pun (di antara sahabat Rasul) apalagi setengahnya”.
Padahal sudah diketahui bersama bahwa Khalid bin Walid adalah seorang sahabat, tetapi kesahabatannya lebih dahulu Abdurahman bin ‘Auf. Kenapa?
Sebabujian dan  pengorbanan orang yang pertama masuk Islam jauh lebih berat daripada sesudahnya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
لا يَسْتَوِي مِنْكُمْ مَنْ أَنْفَقَ مِنْ قَبْلِ الْفَتْحِ وَقَاتَلَ أُولَئِكَ أَعْظَمُ دَرَجَةً مِنَ الَّذِينَ أَنْفَقُوا مِنْ بَعْدُ وَقَاتَلُوا
Tidak sama di antara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan (Mekah). Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu. Qs. Al Hadid 10.
Maka benarlah kata Abdullah bin Mas’ud: “Sesungguhnya Allah melihat seluruh hati para hamba-Nya, lalu Allah dapati hati Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam sebaik-baik hati para hamba-Nya. Maka Allah mengangkatnya sebagai nabi dan rasul untuk menyampaikan risalah Islam ini pada umat manusia. Kemudian Allah kembali melihat hati hamba-Nya setelah hati Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, lalu didapatinya hati para sahabatnya lah sebaik-baik hati setelah hati Rasulullah. Maka Allah jadikan mereka sebagai pembantu dan penolong rasul dalam mengemban dakwah Islam”.
Ibnu Hajar berkata: “Para ulama telah sepakat bahwa kemuliaannya para sahabat tidak ada yang menandingi”.
Wallahu a’lam.

No comments:

Post a Comment