Setelah mengetahui tentang sahabat maka rasanya kita belum ada
apa-apanya. Sebab para sabahat sudah dijamin masuk surga; hal itu ditandai
dengan banyaknya ayat-ayat yang menyatakan bahwa Allah ridlo terhadap mereka.
Oleh karena itu sungguh tidak pantas bagi manusia generasi baru sekarang ini
mencela mereka. Terlebih bila melisik hadits di bawah ini:
Diriwayatkan dari shahihaini dari Abi Sa’id Al Khudzri
radliyallahu ‘anhu: Bahwa (pada suatu saat) antara Khalid bin Walid dan Abdurahman
bin ‘Auf ada suatu perselisihan; lalu Khalid mencela Abdurahman. Maka
Rasulullah bersabda: “Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian
mencela sahabatku.Karena sesungguhnya apabila salah seorang di antara kalian
berinfak emas sebesar gunung Uhud niscaya belum bisa menyamai kedudukan salah
seorang pun (di antara sahabat Rasul) apalagi setengahnya”.
Padahal sudah diketahui bersama bahwa Khalid bin Walid adalah
seorang sahabat, tetapi kesahabatannya lebih dahulu Abdurahman bin ‘Auf.
Kenapa?
Sebabujian dan pengorbanan
orang yang pertama masuk Islam jauh lebih berat daripada sesudahnya.
Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
لا يَسْتَوِي مِنْكُمْ مَنْ أَنْفَقَ مِنْ
قَبْلِ الْفَتْحِ وَقَاتَلَ أُولَئِكَ أَعْظَمُ دَرَجَةً مِنَ الَّذِينَ
أَنْفَقُوا مِنْ بَعْدُ وَقَاتَلُوا
Tidak
sama di antara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum
penaklukan (Mekah). Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang
menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu. Qs. Al Hadid 10.
Maka benarlah kata Abdullah bin Mas’ud: “Sesungguhnya Allah
melihat seluruh hati para hamba-Nya, lalu Allah dapati hati Muhammad shalallahu
‘alaihi wa salam sebaik-baik hati para hamba-Nya. Maka Allah mengangkatnya
sebagai nabi dan rasul untuk menyampaikan risalah Islam ini pada umat manusia.
Kemudian Allah kembali melihat hati hamba-Nya setelah hati Rasulullah
shalallahu ‘alaihi wa salam, lalu didapatinya hati para sahabatnya lah
sebaik-baik hati setelah hati Rasulullah. Maka Allah jadikan mereka sebagai pembantu
dan penolong rasul dalam mengemban dakwah Islam”.
Ibnu Hajar berkata: “Para ulama telah sepakat bahwa kemuliaannya
para sahabat tidak ada yang menandingi”.
Wallahu a’lam.
No comments:
Post a Comment