Friday, October 24, 2014

TAHUN BARU 1436 H


Mungkin kalau tahun baru masehi akan ada banyak acara di berbagai tempat. Bahkan tidak sedikit di tempat-tempat maksiat sudah banyak dibooking. Sebab beberapa tahun yang lalu saja pernah ada teman yang mensurvei, dan ternyata di salah satu kota pelajar; pada jam 20.00 wib di setiap apotik sudah tidak ada lagi ‘sarung pengaman’ alias ludes laris manis terjual.
Lalu di pagi harinya, petugas pantai terkenal di kota itu menemukan seabrek sarung pengaman itu sudah terpakai dan sudah ‘berisi’. Na’udzubillah!
Tapi kalau tahun baru yang tentunya tidak boleh disamakan penyambutannya. Sebab tahun baru Islam ini diilhami oleh hijrahnya Rasulullah dari Makkah ke Madinah. Yaitu perpindahan dari negeri kegelapan ke negeri terang. Dari negeri kafir ke negeri Islam, dari negeri maksiat ke negeri shalih.
Dan yang lebih bermakna adalah bahwa sejak hijrahnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam ke Madinah inilah awal perubahan dunia. Betapa tidak?
Madinah yang dahulu ‘tidak terlilhat’ dalam peta kini mulai terlihat menonjol. Padahal hanya dalam rentang waktu sepuluh tahun, negara adi kuasa saat itu, Persia dan Romawi, tergerogoti pengaruhnya. Termasuk juga ‘aset jajahannya’.
Selain itu Madinah akhirnya juga menjadi pusat ilmu pengetahuan dan peradaban. Mulai dari ilmu agama hingga ilmu pengetahuan duniawi.
Yang terpenting lagi; dengan Madinah dijadikan  sebagai tempat hijrah (mahjar) inilah akhirnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam mampu mengoptimalkan dakwah Islamnya. Hingga mampu mencetak generasi yang laur biasa!. Sebab sepeninggal Rasulullah Islam terus merangksek negeri-negeri jajahan Persia dan Romawi dan merubah warna kehidupannya dengan warna Islam.
Tidak hanya itu, pusat kekuasaan Persia pun dilumat habis oleh Islam. Sebagaimana sabda Rsulullah shalallahu ‘alaihi wa salam kepada Suraqah; “Kalau kamu mau masuk Islam niscaya kamu kelak akan memakai mahkota raja Prsia”.
Sungguh benar kabar Allah yang disampaikan Rasulullah kepada para sahabatnya, “Sesungguhnya Allah telah memperlihatkan bumi kepadaku dari Timur ke Barat. Dan semua itu kelak akan kemasukan cahaya Islam”.
Dab benar saja, cahaya Islam itu telah menerangi negeri-negeri Barat. Padahal hingga abad ke-17 Barat suasananya amat sangat gelap gulita sekali.
Tapi sungguh ironi, Islam yang bercahaya ini redup akibat umatnya membaung cahaya ini ke belakang. Sehingga umat saat ini tergagap-gagap terhadap kemajuan zaman.
Oleh karenanya harapannya di tahun baru 1436 H ini umat mualai sadar bahwa kita punya penerang yang lebih terang. Lebih jelas dan lebih meyakinkan serta beradab. Tidak perlu gagap dengan kondisi hari ini. Maka mari umat Islam agar kembali merenungi makna hijrah agar umat Islam mampu menjadi juru penerang dan juru peradaban. Wallahu a’lam.

No comments:

Post a Comment