Sebulan
sudah Ramadhan menyapa kita dan kini telah pergi meninggalkan muslimin.
Sekarang tinggallah harapan semoga pasca Ramadhan ini keimanan muslimin tetap
terus terjaga dan bahkan terus bertambah
bukannya malah ikut pergi bersama Ramadhan.
Kalau
hal demikian yang terjadi maka musibah namanya. Sebab kita ibaratnya seperti
blungkon. Ketika masuk bulan Ramadhan, karena dianggap sebagai bulan suci, maka
kita harus berbuat seperti seorang muslim. Pakaian harus menyesuaikan dengan
bulan Ramadhan. Harus berpuasa di siang hari dan tarawih di malam hari.
Dilarang ghibah, mencela, hubungan suami-istri di siang hari, berkelahi dan
seabrek larang lainnya. Bahkan acara-acara televisipun ikut-ikutan
menyemarakkan “musim muslim” ini.
Tetapi
ketika Ramadhan berlalu maka berlalu pula semua larangan-larangan itu pada
kita? Na’udzubillahi min dzalik.
Padahal
seharusnya Ramadhan adalah bulan penggemblengan. Jadi selama sebulan penuh kita
digembleng agar setiap kita menjadi muslim beneran bukan muslim musiman.
Sehingga dengan berlalunya Ramadhan bukan berarti berlalu pula keimanan kita
melainkan sejak 1 Syawal itulah kita mulai diuji; benarkah kita mendapatkan
keberkahan di bulan Ramadhan kemarin?
Setidaknya
ada 2 hal yang menunjukkan kalau kita bukan sebagai muslim musiman:
1.
Sebagaimana
sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam: Barangsiapa berpuasa Ramadhan
(penuh) lalu diikuti dengan berpuasa enam hari dalam bulan Syawal maka dia
seperti berpuasa seumur hidup. (HR. Muslim).
Maknanya bahwa ternyata masih ada amalan rentetan yang berkait
dengan bulan Ramadhan agar (semoga) bisa mengamalkan kedua berikut ini:
2.
Amalan-amalan
kebaikan selama bulan Ramadhan kemarin akan terus dilestarikan sejak 1 Syawal
hingga Ramadhan tahun depan. Juga segala keburukan yang selama Ramadhan kemarin
ditinggalkan maka sejak 1 Syawal kemarin juga akan tetap terus dijaga agar
tidak melakukan segala hal yang dilarang agama.
Dengan
demikian semoga kita benar-benar mendapatkan predikat muttaqin dari Allah
Subhaanahu wa Ta’ala. Wallahu a’lam.
No comments:
Post a Comment